Yamaha Mio S

Siswa SD YSKI Punguti Sampah di Lingkungan Sekitar Sekolah

  Sabtu, 13 April 2019   Arie Widiarto
Siswa-siswi SD Kristen YSKI 1 Semarang melakukan aksi simpatik dengan olah raga sambil membersihkan sampah di jalan dan perkampungan sekitar sekolah, Sabtu (13/4/2019). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG TIMUR, AYOSEMARAG.COM--PG, TK dan Sekolah Dasar (SD) Kristen YSKI 1 Semarang mengajak siswa-siswinya peduli lingkungan. Kepedulian ini diwujudkan dengan membersihkan sampah yang berada di sejumlah ruas jalan sekitar sekolah.

Kepala Sekolah SD YSKI 1, Yefrina Elisa S Kolali mengemukakan, pendidikan karakter perlu ditanamkan pada anak sejak dini. Tidak kalah penting juga menanamkan jiwa kepedulian mengenai isu global.

Karena itu, pihaknya sengaja mengadakan kegiatan bertajuk "Pick up, Litter and Jogging". Siswa-siswi dari tingkat playgroup, taman kanak hingga sekolah dasar diajak olahraga lari, sambil membersihkan sampah di sepanjang rute yang dilalui.

"Ini berkaitan dengan memperingati Paskah. Bumi dan segala isinya milik Tuhan. Jadi kami ingin memberikan edukasi kepada anak-anak untuk mensyukuri segala pemberian Tuhan, yaitu alam dan lingkungan," kata Yefrina ditemui di sekolah, Jalan Kompol Maksum Nomor 280 Semarang, Sabtu (13/4/2019).

Ketua panitia acara, Dewi Sulistiowati menambahkan, total sekitar 250 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selama kegiatan, anak-anak tetap mendapatkan pengawasan dari masing-masing orang tua. Dia berharap, para siswa semakin peduli dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.

"Ini bentuk kami mendorong anak-anak untuk memelihara lingkungan. Supaya mereka peduli dengan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Di sela-sela mereka berlari, para siswa dengan seksama memunguti sampah yang berserakan di jalan. Sampah-sampah itu kemudian mereka tempatkan pada kantong plastik yang sudah disiapkan sebelumnya.

Aksi positif ini pun mendapat apresiasi dari warga sekitar. Masyarakat bahkan merespons secara baik dengan turut serta membersihkan sampah.
Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan mereka dengan mengumpulkan tanaman dan membagikanya kepada warga, termasuk kepada kantor kelurahan setempat. Total ada sekitar 70 tanaman hias dari berbagai jenis yang berhasil dikumpulkan.

Pot yang digunakan sengaja dipilih dari bahan yang terbuat dari tanah liat. Sebelum dibagikan, anak-anak mengecat bagian potnya agar terlihat lebih unik.
"Ini bentuk kami mensyukuri nikmat Tuhan, karena kalau bukan kita yang merawatnya, lalu siapa lagi," imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar