Yamaha Mio S

Promosi Wisata Perlu Terobosan Digital

  Kamis, 14 Maret 2019   Arie Widiarto
Peserta Asita Jateng Travel Mart melakukan transaksi di Hotel Gumaya, Jalan Gajahmada, Kamis (14/3/2019). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM—Promosi pariwisata menjadi salah satu kunci penting untuk keberhasilan upaya meningkatkan angka kunjungan wisatawan di Jawa Tengah.  Namun, di era disrupsi 4.0 ini, promosi yang dilakukan perlu terobosan pemasaran media digital.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah Sinung Nugroho Rahmadi, usai membuka Asita Jateng Travel Mart di Hotel Gumaya, Jalan Gajahmada, Kamis (14/3/2019).

Menurut Sinung, promosi wisata yang dipublikasikan ke media digital ini antara lain menyampaikan informasi kepada publik tentang  pemandangan alam yang indah, budaya lokal yang memiliki keunikan, dan  kuliner-kuliner lezat.

"Pada era digital promosi pariwisata memang tidak cukup hanya dilakukan melalui media konvensional. Perlu ada promosi yang tepat sasaran, promosi yang kekinian dan efektif menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung," ungkapnya didampingi Ketua Asita Jateng Joko Suratno.

Menurutnya, media digital relatif lebih murah, namun bersifat masif. Selain itu, media sosial juga sangat menarik dan interaktif.

"Para pemangku kepentingan bisa kapan saja melakukan pemuktahiran mengenai informasi seputar destinasi wisata. Dan yang terpenting, para pemangku kepentingan dapat mengetahui respons, minat, dan motif wisatawan," jelas Sinung.

Semua itu, lanjut dia, dapat diketahui melalui dialog atau diskusi pengunjung web, anggota, atau pengikut akun media sosial suatu destinasi wisata.

Terlebih lagi, pada saat ini, wisatawan cenderung mencari informasi lewat internet atau media sosial karena lebih mudah, murah, cepat, dan kredibel. "Contohnya saja, pada saat ini banyak reservasi hotel, restoran, atau perjalanan yang dilakukan secara dalam jaringan," jelasnya.

Hal itu, kata Sinung, merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya di bidang pariwisata.

"Sudah saatnya pemerintah daerah menangkap kecenderungan perubahan orientasi wisatawan dalam mencari informasi wisata ini," katanya.

Ketua Asita Jateng Joko Suratno menjelaskan, promosi pariwisata tidak bisa mengabaikan fakta makin diminatinya media sosial ini.

Menurutnya, masyarakat telah melakukan ekstensi interaksi, dari ranah "luring ke daring". Apalagi, jika segmen sasarannya merupakan kalangan muda, sudah merupakan sebuah keharusan untuk menggencarkan promosi menggunakan internet atau media sosial.

"Beberapa tempat wisata menjadi lebih populer karena publikasi oleh para netizen ini di media sosial mereka," paparnya.

Sementara itu, gelaran Asita Jateng Travel Mart (AJTM) 2019 ini  diharapkan dapat mendongkrak  wisata-wisata yang ada di Jawa Tengah.

Dalam ajang ini ada 55 seller dan 125 buyer yang melakukan transaksi business to business, bukan langsung ke customer. "Seller terdiri dari hotel, tempat wisata hingga penyedia kuliner sedangkan buyer terdiri dari biro perjalanan wisata berbagai kota di Tanah Air dan luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Thailand," jelasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar