Yamaha Mio S

Bawaslu Jateng: Distribusi Surat Suara Tanpa Pengamanan Memadai

  Minggu, 10 Februari 2019   Afri Rismoko
Logo Bawaslu Jateng. (istimewa)

GAJAHMUNGKUR, AYOSEMARANG.COM--Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Tengah mendesak kepada KPU untuk serius dalam proses pengiriman logistik pemilu 2019. Hasil pengawasan jajaran Bawaslu di Jawa Tengah menemukan distribusi beberapa item logistik pemilu tanpa ada pengawalan dan keamanan sehingga sangat rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Selain itu, kondisi distribusi dan penerimaan surat suara juga seperti tanpa ada perencanaan. Bahkan, tanpa jadwal, tanpa pemberitahuan dan kedatangan sehingga terkesan mendadak. Akibatnya, jajaran KPU di daerah tidak ada persiapan yang memadai dalam menerima logistik tersebut," ungkap Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng Anik Sholihatin didampingi Divisi Humas Rofiuddin di Kantor Bawaslu, Jalan Papandayan Semarang, Minggu (10/2/2019).

AYO BACA : Bawaslu Jateng Usut 48 Dugaan Pelanggaran Pemilu

Ia menambahkan  jajaran Bawaslu kabupaten/kota di Jawa Tengah juga kesulitan melakukan pengawasan  karena tidak adanya jadwal yang jelas terkait pengiriman. Namun demikian, karena jajaran Bawaslu tetap memonitor pergerakan logistik maka kedatangan yang tanpa jadwal tersebut tetap terdeteksi.

Ia mencontokan seperti di Purworejo akibat terdampak dari kurangnya persiapan ini, di kabupaten tersebut, logistik harus menunggu sehari semalam karena tenaga bongkar belum siap. Smentara di Kudus, harus memindah logistik karena gudang surat suara masih ditempati logistik dukungan alat kelengkapan lainnya.

AYO BACA : Bawaslu Rekrut 4.534 Pengawas TPS

"Kami sangat menyayangkan kondisi tersebut. Sebab, sesuai dengan ketentuan, distribusi logistik harus ada pengawalan petugas keamanan dengan perencanaan yang jelas sehingga bisa tepat, efektif dan tidak menimbulkan kerawanan," ucapnya.

Hal lain yang ditemukan Bawaslu Jawa Tengah yaitu adanya satu mobil boks pengangkut logistik dipergunakan untuk dua kabupaten yang berbeda, yaitu Kendal dan Rembang. Hal ini rawan dan rentan terjadinya surat suara yang tertukar karena Kendal dan Rembang berbeda daerah pemilihan (dapil).

Sampai akhir pekan lalu, pengawasan Bawaslu kabupaten/kota di Jateng mendata, dari 35 daerah, baru ada 13 kabupatan/kota yang menerina pengiriman logistik surat suara pemilu. "Sebanyak 12 kabupaten/kota sudah menerima logistik pemilu 2019, tetapi masih ada yang kurang," jelasnya.

AYO BACA : 300 Pemuda Lintas Agama dan ParpolSerukan Pemilu Damai

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar