Yamaha Lexi

Rektor Udinus Dilantik Jadi Ketua APTISI Wilayah VI Jateng

  Kamis, 06 Desember 2018   Afri Rismoko
Rektor Udinus foto bersama usai dilantik menjadi Ketua APTISI Wilayah VI Jateng periode 2016-2020 di kompleks Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jawa Tengah, Rabu (5/12/2018). (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM--Rektor Universitas Dian Nuswantoro Prof Edi Noersasongko dilantik sebagai ketua APTISI Wilayah VI Jawa Tengah periode 2016-2020, Rabu (5/12/2018) di kompleks Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jawa Tengah. Pelantikan tersebut dilantik langsung oleh Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat Prof Budi Sujatmiko.

Sebelumnya Edi yang merupakan Rektor dari Udinus telah aktif dalam kepengurusan APTISI Wilayah Jawa Tengah dan menjabat sebagai wakil ketua pada tahun 2016 silam. 

Selain melantik Edi sebagi ketua, APTISI Pusat juga melantik Wakil Ketua Bidang LITBANG Sofyan Anif, Wakil Ketua Bidang Dana dan Usaha Prof Ridwan Sanjaya, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Andi Kridasusila, Ketua Bidang Evaluasi Burhan Eko Purwanto, Wakil Ketua Bidang Kerjasama Luar Negeri Prabowo Setiyawan. Sedangkan untuk Komisariat I Ketua dijabat oleh Prof Mahmutarom dan Sekretaris Safik Faozi.

APTISI merupakan organisasi profesi yang beranggotakan seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan seluruh Badan Hukum Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (BHP-PTS) di seluruh Indonesia. APTISI pusat berkedudukan di Jakarta.

Ketua APTISI Wilayah VI Jawa Tengah sekaligus Rektor Udinus, Edi, mengatakan pemberian jabatan sebagai ketua APTISI menjadi sebuah amanah dalam memajukan perguruan tinggi swasta di Jateng. Ia juga berkeinginan untuk memajukan PTS di Jateng agar memiliki kualitas pendidikan yang baik.

“Ini menjadi sebuah amanah yang besar. Kami ingin terus memajukan PTS di Jateng agar terus berkembang dan memiliki kualitas yang baik. Hal itu menjadi harapan kami kedepan,” katanya saat memberikan keterangan terkait dilantiknya Rektor Udinus menjadi ketua APTISI Jateng.

Menurutnya APTISI di Wilayah Jateng menjadi alat untuk membina kebersamaan, kerukunan antarperguruan tinggi swasta di wilayah Jateng dan menyelesaikan berbagai persoalan yang nantinya akan datang.

“APTISI menjadi wadah kami para perguruan tinggi swasta dalam membina hubungan yang erat satu dengan lainnya. Selain itu juga dapat untuk bersama menyelesaikan persoalan Pendidikan Perguran Tinggi Swasta,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa dunia industri hanya membutuhkan para lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi, tidak sekedar memiliki ijazah dan IPK tinggi. Sedangkan peraturan pemerintah dalam hal ini Kemeristekdikti, belum kesemuannya mengarah pada perubahan yang sangat cepat dan signifikan.

"Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus memaknai perubahan yang cepat di era globalisasi yang masif dimana mengharuskan semua orang maupun organisasi harus mengantisipasi secara cepat," tandasnya.

Dalam perjalanannya, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) mewakili aspirasi lebih dari 3000 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia, selain berkomitmen menyusun program-program untuk memajukan PTS dan pendidikan nasional juga memposisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah dalam pembangunan bangsa baik yang berkaitan dengan dengan masalah pendidikan maupun masalah sosial kemasyarakat.

Kahumas Udinus, Agus Triyono, mengatakan terpilihnya Edi sebagai ketua APTISI Jateng menjadi spirit baru agar perguruan tinggi swasta menjadi leih baik untuk kedepannya.

“Ini menjadi langkah yang sangat bagus dan juga menjadi tugas bersama dalam memajukan kampus swasta di Jateng,” pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar