Yamaha Lexi

Hendi Tinjau Sejumlah Titik Genangan

  Rabu, 05 Desember 2018   Afri Rismoko
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau SMP N 34 salah satu sekolah yang terdampak banjir, Rabu (5/12/2018). (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)

PEDURUNGAN, AYOSEMARANG.COM--Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Sekretaris Camat Pedurungan, Lurah, dan LPMK Kelurahan Tlogomulyo SMP N 34, Rabu (5/12/2018). Sekolah tersebut beberapa waktu sempat tergenang karena hujan deras dan disertai angin kencang.

Hendi sapaan akrab Wali Kota, meminta proses belajar mengajar di Kota Semarang harus berjalan dengan lancar. “Hal itu dilihat dari kondisi sarana prasarananya. Gedungnya harus baik, tidak ada genangan sehingga para siswa dapat belajar dengan nyaman. Itu yang dijadikan standar untuk sarana prasarana pendidikan Pemerintah Kota Semarang,” ujarnya.

Menanggapi adanya genangan air yang diakibatkan oleh lokasi sekolah yang cenderung cekung, Hendi akan melakukan berbagai upaya perbaikan.

AYO BACA : Atasi Genangan, Hendi Bangun Saluran Gendong di Jalan Protokol

“Untuk jangka pendek akan diberikan pompa di sejumlah wilayah sekolah yang telah diinventarisir sehingga sekolah dapat segera kering ketika terdapat genangan,” katanya.

Sementara di wilayah Timur Kota Semarang, pihaknya menyebutkan saat ini sedang dilakukan pengerjaan proyek penanganan banjir seperti normalisasi Banjirkanal Timur (BKT), normalisasi Kali Sringin, Kali Babon, dan Kali Tenggang.

“Namun problemnya hujan datang lebih dulu sehingga proyek tersebut terkesan tidak dapat mengcover curah hujan dan rob. Apalagi ada permintaan warga untuk menjebol tanggul yang digunakan untuk menahan rob. Di satu sisi, mereka berharap air hujan dapat mengalir ke laut, namun di saat bersamaan ketika rob tinggi tidak bisa ditahan masuk sehingga lama proses pengeringannya,” ungkapnya.

AYO BACA : Hendi Ingin Masyarakat Bergerak Bersama Membangun Kota

Pihaknya optimis karena sudah terpasang pompa di Kali Babon yang akan segera dioperasikan sehingga dapat meminimalisir datangnya banjir. Hendi menyebutkan, kontur Kota Semarang unik karena terdapat bukit, dataran rendah dan laut sehingga terdapat potensi bencana banjir d daerah bawah, dan longsor di daerah atas.

“Untuk itu, air hujan harus ditahan dengan cara pelestarian lingkungan. Pohon, hutan, dan ruang terbuka hijau harus berfungsi dengan semestinya. Atau dengan alternatif tambahan pemasangan embung agar air tidak langsung ke bawah,” paparnya.

Pihaknya meminta para developer perumahan yang telah membangun daerah pemukiman di wilayah resapan air untuk membuat saluran air yang memadai.

“Saya akan mengawasi secara ketat penetapan IMB terhadap developer. Saya ingin secara profesioal izin itu tidak hanya dilihat dari rumah yang akan dibangun melainkan juga dampaknya,” tandasnya.

AYO BACA : Hendi Raih Penghargaan Pembina Pelayanan Publik Tiga Kali Beruntun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar